kata sambutan


counters
Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts

Tuesday, December 4, 2018

L-e-l-a-h

Bolehkah aku lelah?

Lelah dengan skema yang monoton
Bangkit, jatuh, bangkit, dan jatuh kembali
Di lubang yang sama berkali-kali

Lelah dengan cibiran makhluk bumi
Yang tak pernah kuraih keridhoannya
Mengoyaknya hingga mencuat kembali yang telah terkubur

Lelah dengan sebuah pengharapan
Yang tak pernah diketahui kejelasannya
Apakah fatamorgana atau nyata?

Lelah dengan rasa yang berkecamuk
Berperang melawan akal dan nurani
Mengobrak abrik kehidupanku

Haruskah aku memilih?

Tapi manusia tak pantas memilih
Memilih hanya untuk yg dipilihkan-Nya
Tapi seringkali kita memaksa untuk memilih
Mengambil dalih dengan meminta kepada-Nya

Tanpa tahu apakah itu baik atau tidak
Lalu menyesal ketika mendapatkannya
Tapi mengeluh ketika Tuhan melindunginya dari penyesalan
Lalu pantaskah kau menyalahkan sang sutradara kehidupan?

_____________

Bisikku di suatu malam kepada diriku sendiri yang sedang meminta nasihat melalui pantulan 'cermin'...

Tuesday, June 21, 2016

Hampir tidak pernah berakhir

Serpihan hati yang telah mati kini bangkit kembali
Mengumpulkan sisa nyawa yang telah terkikis
Terkikis oleh kebencian yang menyeringai
Kembali hidup demi membuat kesaksian
Kesaksian pilu di masa lampau
Menyusun lembar demi lembar cerita yang telah usang

Mencari nama yang dulu pernah ada
Mencari janji yang dulu pernah terabaikan

Dimana aku harus bersembunyi?
Dimana aku harus membunuhnya kembali?
Dimana aku harus menutup rapat-rapat pikiranku?
Dimana aku harus mengubur rasa yang mengusikku?

Yang kutahu...
Hampir tidak pernah berakhir
Hanya bersembunyi dibalik ilalang

Friday, February 12, 2016

Olokan Dunia

Oleh : Sharifah Leila .R.

Dua indera yang telah kebas terasa
Indera perasa hilang tak berjejak
Rasa dan penglihatan kini mati tak bertuan

Waktu seakan mengolok
Dunia yang enggan berpihak
Membiarkan jiwa hilang asa
Merenggut satu persatu perisai
Menusuk dalam relung hati yang tersisa

Bayang hanyalah fana
Menggoreskan luka di bagian yang sama
Mengoyak tanpa ampun
Meninggalkan raga hancur tanpa perisai
Seakan mati melawan nasib

Kini yang tersisa hanyalah kelabu
Drama demi drama kini dipertayangkan
Disaat kata tangguh dipertanyakan

Akankah fana menghancurkan asa?
Akankah timbul asa baru setelah fana mengolok?

Tuesday, December 29, 2015

Jalan Lurus

Ditengah aral yang meliuk-liuk
Aku tertatih dengan pakaian lusuh
Sisa kegagalanku menapaki hidup
Hasil jatuhku yang bertubi-tubi

Namun ada secercah cahaya menghampiriku
Menerangiku ditengah jurang nan kelam
Aku berdiri dengan tegap
Aku ikuti cahaya itu

Ada tangan yang menuntunku
Ada bisik suara yang menyejukkan hati
Ada ulasan senyum dibalk cahaya itu
Apakah itu engkau, Tuhan?

Aku belajar bangkit dari lubang hitam
Aku belajar berdiri tegap setelah jatuh
Aku belajar berlari ke depan, menatap cahaya
Aku belajar berjalan lurus, ditengah rayu sekeliling

Wahai Tuhan...
Aku percaya akan skenariomu
Aku percaya akan cahaya petunjukmu
Aku serahkan hidupku hanya di jalanmu

Monday, February 24, 2014

Hidup harus tetap berjalan

Berusaha melambung tinggi di atas awan tuk menggapai bintang
Tapi ku terhempas oleh angin
Berusaha menelaah isi samudera
Tapi ku terseret arus
Berusaha melangkahkan kaki sejauh mungkin
Tapi selalu terselungkup ke dalam jurang

Kadang terlintas di dalam pikiran
Omongan orang yang menjatuhkan
Kejadian-kejadian yang tak di harapkan
Omongan orang tua yang menyesakkan dada

Terkadang, hati kecilku meringis
Ingin sekali berteriak sekencang-kencangnya
Ingin rasanya berlari meninggalkan dunia ini

Tapi hidup harus tetap berjalan
Sepahit apapun skenario yang ku jalani
Seyakin itu pula Allah ingin memasukkanku ke dalam surga-Nya
Jika aku mampu melewatinya...

Tuesday, February 18, 2014

Sutradara terbaik

Tuhan sutradara terbaik
Dan kita, artis terbaik dan terpantas dimatanya
Kami, sosok makhluk hasil dari pertarungan jutaan sperma
Kami, sosok makhluk yang paling dibanggakan-Nya
Kami, sosok makhluk calon pemimpin dunia

Tapi kami......
Hanyalah manusia yang diciptakan memiliki hawa dan nafsu

Terkadang kami mengeluh atas skenario yang telah ditetapkan
Terkadang kami putus asa dengan alur yang kami tak harapkan
Terkadang kami bahkan lupa atas kebahagiaan yang engkau berikan
Terkadang kami hanya larut dengan masalah
Terkadang kami bosan dengan kehidupan yang datar
Terkadang kami mengacuhkan aturanmu

Tanpa menoleh berjuta kenikmatan yang Allah berikan
Tanpa mengingat bahwa Allah mengutus kami karna kami artis-Nya
Dan Allah percaya kami bisa menjalankan skenario-Nya

Monday, December 2, 2013

Sendiri di tengah kebisingan

Hanya ini yang bisa kulakukan
Disaat ku termenung sendiri, hanya jentikan tangnku lah yang dapat sedikit meringankan beban pikiranku
Dan hanya Tuhan lah yang mampu mendengar semua curahanku tanpa lelah
Curahan dari hambanya yang telah lelah dengan semuanya
Seakan ingin berteriak "Kapan semua ini berakhir?"
Seakan ingin menangis, tapi tak mampu
Ditengah keramaian orang, justru aku merasa sendiri
Hanya bayangannya lah yang mampu ku gapai
Entahlah, aku sudah muak dengan semuanya
Jika aku memiliki sebuah permintaan, maka aku akan meminta
Jangan pernah lahirkan aku di dunia ini, aku ingin bahagia di surga
Aku tak ingin mengenal manusia yang keji
Aku tak ingin mengenal dunia yang terkutuk ini
Aku tak ingin mengenal sosok ku yang egois ini
Aku tak ingin menjadi artismu, ya Allah...
Sadarkan aku, sadarkan aku!
Aku harus membuka mataku, aku harus belajar menerima walaupun sulit
Semua teori telah ku cerna, tapi entah mengingat teori lebih mudah dari praktiknya
Aku tak sanggup menjalani skenariomu, Tuhan...
Aku sudah muak dengan semua tipu daya muslihat dari dunia ini
Aku sudah muak dengan tingkah manusia yang semakin menjadi
Kapan kau akan mencabut tahta ku sebagai manusia?
Aku ingin cepat bertemu denganmu, ya Rabb...

Tuesday, October 22, 2013

Tuhan, ajarkan aku...

Tuhan...
Rasanya tak adil dunia ini
Tapi akupun tak kalah tak adilnya memperlakukanmu
Aku kembali kepadamu hanya ketika ku ingin mengadu
Tapi terkadang melupakanmu ketika aku sedang diurung kebahagiaan

Maafkan hambamu yang berlumur dosa ini
Maafkan aku yang selalu acuhkanmu
Maafkan aku yang selalu mementingkan duniaku
Maafkan aku yang tak henti meminta maaf kepadamu
Maafkan aku yang tak pernah mematuhi menurut perintahmu
Maafkan aku yang tak henti mengadu kepadamu
Maafkan aku yang selalu meminta dengan serakah kepadamu

Tapi....
Memang hanya engkau tempatku mengadu semuanya
Memang hanya engkau tempatku meminta
Memang hanya engkau tempatku mencurahkan airmata ini
Memang hanya engkau tempatku bersandar dari segala kepenatan ini
Kepenatan yang tak kunjung berhenti

Terkadang aku sering berpikir
Apakah aku pantas mengadu kepadamu?
Apakah aku pantas menjatuhkan butiran airmata ini?

Disaat ribuan orang diluar sana masih lebih berhak mengadu kepadamu
Disaat semua nikmat yang telh kau berikan kepadaku
Hanya secuil goresan di hati, secuil masalah yang tak penting
Aku menangis, mengeluh, dan mengadu

Tuhan...
Ajarkan aku sebuah ketegaran
Ajarkan aku sebuah keikhlasan
Ajarkan aku sebuah kesabaran
Ajarkan aku bagaimana menjalani hidup ini 
Ajarkan aku arti dunia ini

Agar aku lebih menikmati semua alur skenariomu
Agar aku dapat mengerti lebih dalam arti kehidupan ini
Agar aku dapat lebih mensyukuri semua garis yang telah engkau tetapkan

Sunday, August 18, 2013

Dijajah Oleh Zaman

Teringat disaat 68 tahun yang lalu
Dimana para pahlawan tak gentar melawan penjajah
Demi memperjuangkan kemerdekaan Indonesia
Demi melihat bangsa Indonesia menghirup udara kebebasan
Tanpa adanya siksaan dan ancaman
Tanpa adanya tumpah darah
Mereka rela menumpahkan darahnya
Mereka rela mengorbankan nyawanya
Mereka rela tubuhnya tercabik-cabik
Demi satu nama
Indonesia...

Hingga akhirnya Indonesia merdeka
Tapi hanya sebutan saja yang merdeka
Sekarang tak lagi dijajah secara fisik
Tapi dijajah secara mental
Perlahan aset Indonesia diambil alih
Beredar perusahaan-perusahaan asing yang tak bertanggung jawab
Budaya direnggut oleh zaman
Kini penjajah bukanlah menjajah secara fisik
Tapi secara mental
Bahkan kekayaan alam pun telah dikuasai

Apakah kita tak pernah berpikir?
Betapa kayanya alam negri ini
Betapa indahnya budaya yang kita miliki
Tapi kita tak bisa memanfaatkannya
Tapi kita tak bisa mencintai budaya kita sendiri
Bahkan membiarkan begitu saja negri lain merenggutnya
Dan membanggakan budaya yang telah dimiliki negri lain
Tidakkah kita berpikir tentang perjuangan para pahlawan
Yang rela mengorbankan nyawanya demi kemerdekaan
Justru kita mengorbankan diri untuk dijajah zaman

Tuesday, April 30, 2013

Bersyukur

Dikala diri merasa tak berguna
Ingatlah...
Tuhan menciptakanmu tidaklah sia-sia
Semua sudah ada takarannya 

Dikala diri merasa sendiri
Ingatah...
Dia selalu mengamati jejak langkahmu
Dan para pengawalnya pun selalu setia mendampingi

Dikala diri ingin mencemooh
Ingatlah...
Suatu saat nanti kau akan membutuhkannya
Dan menangis ketika kehilangannya

Dikala diri ingin mengeluh
Ingatlah...
Diluar sana banyak yang lebih menderita
Dan nikmat yang manakah yang kamu dustakan?