kata sambutan


counters

Tuesday, May 8, 2018

Menyikapi problematika perkembangan teknologi

Sadarkah kamu?

Di zaman modern ini, perkembangan teknologi kian melaju. Beberapa inovasi diciptakan untuk mempermudah pergerakan manusia.

Salah satunya adalah alat komunikasi seperti handphone dan jejaring sosial.

Handphone dan jejaring sosial sangat berpengaruh di segala aspek manusia. Bagaimana tidak? Alat ini dapat menggantikan pesawat terbang, mobil, motor, dll.

Tanpa perlu berkelana untuk menjalin relasi.
Tanpa perlu membeli buku-buku referensi.
Tanpa perlu datang ke majelis ilmu, sudah bisa live streaming dimanapun.

Disisi lain...
Ada kelemahan dibalik kemudahan yang ditimbulkan.
Kita terbiasa dengan gadget.
Kita melupakan orang sekeliling kita.
Kita lebih nyaman menyurahkan isi hati di status demi mencari perhatian orang.

Tanpa sadar...
Tidak semua orang peduli
Tidak semua orang berempati
Tidak semua orang berbelas kasih

Tolong, hentikan merendahkan dirimu
Jaga privasimu
Jaga kehormatanmu
Jaga nama baikmu

Jangan biarkan kemudahan berkomunikasi membuatmu lupa.
Bahwa kau hidup di dunia Allah, bukan dunia maya.

- Syarifah Leila R -

Friday, April 6, 2018

Allah maha pencemburu

Sadarkah kamu?
Allah itu maha pencemburu
Maka jangan pernah menanamkan rasa cinta melebihi rasa cinta kepada-Nya

Saat kamu mencintai sesuatu bukan karna Allah
Maka Allah timpa masalah demi masalah yang tak berujung
Dan tentunya masalah itu bersumber dari dunia yang kita cintai

Lalu, siapa yang mau kau salahkan?
Allah yang tidak mencintaimu?

Jika kamu mencintai seseorang, lalu orang itu berjuang untuk orang lain, bagaimana perasaanmu?
Lalu apakah kamu pantas dihakimi tidak mencintainya saat kamu marah dan cemburu?

Itu adalah sebuah perandaian...

Lalu, jika Allah cemburu dan murka kepadamu, apa karna Allah tidak mencintaimu?
Allah ingin kamu berpaling kepadaNya
Allah ingin kamu berpaling darinya
Dia yang sudah memalingkanmu dari sisiNya

Sadarlah, Allah sungguh menyayangimu

Wednesday, January 31, 2018

Dilema akhir zaman

Saat agama bukanlah prioritas...

Di akhir zaman ini, agama menjadi hal yg tabu untuk dibicarakan. Mereka yg mengaku beragama tidak mengakui kebenaran agama yang mereka anut. Menepis jauh-jauh aturan yang sudah dirancang Allah didalam kitab suci dan hadits Nabi Shalallaahu 'alaihi wassalam, hanya karna bertentangan dengan pemikirannya dan orang kebanyakan.

Yang jadi pertanyaan,
Apakah Allah memberikan aturan untuk memberikan kemudharatan kepada manusia?
Apakah Allah memberikan aturan tanpa sebab yang jelas?
Apakah kita lebih mengetahui dari Allah yang maha mengetahui?
Apakah ilmu kita sudah lebih luas dari ilmu Allah?

Bahkan di Alquran sendiri dijelaskan, lautan pun tidak mampu menjadi tinta untuk menulis ilmu Allah yg maha luas.

Lalu, apakah ilmu kita sudah lebih luas dari lautan menyaingi Allah?

Lalu, apa alasan kita menentang aturan Allah? Karena darurat? Bahkan definisi darurat adalah sudah tidak ada jalan yg bisa ditempuh untuk bertahan hidup.

Sudahkah pelanggaran yg kita buat masuk ke definisi tersebut?

Allah maha pengasih lagi maha penyayang. Allah memberikan aturan untuk kebaikan diri kita, baik di dunia maupun di akhirat. Yakin, percaya, dan bertawakalah kepada Allah.

Jika kebanyakan orang memilih jalan diluar ketentuan dan aturan Allah, apakah kita mau mengikuti mereka yg jelas durhaka kepada Allah?
Jika kebanyakan orang memilih jalan ke neraka, apakah kita tetap mengikutinya?

Pikirkan dan renungkan

Friday, September 2, 2016

Pacaran or Menikah?

Menikah muda?
Masih kuliah tapi udah nikah?

Asumsi kebanyakan orang :
1. Ih pasti orang kampung deh, nikahnya cepet-cepet.
    => Berarti orang kampung lebih mulia dong
2. Atau udah MBA (Married-Baby-Accident). 
    => Hati-hati fitnah lebih kejam daripada pembunuhan
3. Ih udah nikah, udah gak suci lagi. 
    => Justru menikah adalah ikatan suci, pacaran yang zinah aliaa KOTOR.
4. Atau udah ga tahan pengen cepet-cepet kawin ya.
    => Iya, udah gak sabar punya pahala lebih. Berzinah diganti dengan pahala. Maa syaa Allah.
5. Calon madesu (masa depan suram)
    => Allah akan mencukupkan rezekinya ketika ia menyempurnakan separuh agamanya.

Naudzubillah min dzalik...
Semakin bertambahnya zaman, semakin terbelakang pemikirannya. Orang banyak yang lebih memilih pacaran daripada menikah, dengan alibi "latihan" sebelum ke jenjang pernikahan. Bahkan sering dijumpai anak dibawah umur yg masih SMP, SMA, bahkan sd sudah berpacaran. Tak jarang pula yang sampai kebablasan sampai hamil.

Lalu, bagaimana menurut orang-orang yang menentang pernikahan muda?
Menurut mereka, pernikahan muda akan meningkatkan angka perceraian dan membahayakan kaum wanita secara biologis. 

Namun, apakah mereka tidak memikirkan angka aborsi yang kian meningkat pesat pula?
Bagaimana kondisi biologis mereka yang masih belia, sudah melakukan hubungan suami istri, bahkan sudah berani melakukan aborsi yang sangat mengancam nyawa mereka? Bukankah jauh lebih berbahaya?

Maka dari itu, bebaskanlah mereka yang memiliki niat suci itu. Pernikahan adalah jalan yang tepat dan suci, daripada pacaran yang tidak diakui agama dan hukum. Untuk masa pengenalan, banyak cara yang bisa dilakukan. Bisa bertanya dengan sanak saudara terdekat, atau bertukar biodata dan melakukan taaruf.

Pacaran hanya alibi untuk menghalalkan zinah. Syaithan selalu punya banyak cara untuk menjerumuskan manusia ke api neraka. Naudzubillaah min dzalik.

Tuesday, June 21, 2016

Hampir tidak pernah berakhir

Serpihan hati yang telah mati kini bangkit kembali
Mengumpulkan sisa nyawa yang telah terkikis
Terkikis oleh kebencian yang menyeringai
Kembali hidup demi membuat kesaksian
Kesaksian pilu di masa lampau
Menyusun lembar demi lembar cerita yang telah usang

Mencari nama yang dulu pernah ada
Mencari janji yang dulu pernah terabaikan

Dimana aku harus bersembunyi?
Dimana aku harus membunuhnya kembali?
Dimana aku harus menutup rapat-rapat pikiranku?
Dimana aku harus mengubur rasa yang mengusikku?

Yang kutahu...
Hampir tidak pernah berakhir
Hanya bersembunyi dibalik ilalang

Friday, February 12, 2016

Olokan Dunia

Oleh : Sharifah Leila .R.

Dua indera yang telah kebas terasa
Indera perasa hilang tak berjejak
Rasa dan penglihatan kini mati tak bertuan

Waktu seakan mengolok
Dunia yang enggan berpihak
Membiarkan jiwa hilang asa
Merenggut satu persatu perisai
Menusuk dalam relung hati yang tersisa

Bayang hanyalah fana
Menggoreskan luka di bagian yang sama
Mengoyak tanpa ampun
Meninggalkan raga hancur tanpa perisai
Seakan mati melawan nasib

Kini yang tersisa hanyalah kelabu
Drama demi drama kini dipertayangkan
Disaat kata tangguh dipertanyakan

Akankah fana menghancurkan asa?
Akankah timbul asa baru setelah fana mengolok?

Tuesday, December 29, 2015

Jalan Lurus

Ditengah aral yang meliuk-liuk
Aku tertatih dengan pakaian lusuh
Sisa kegagalanku menapaki hidup
Hasil jatuhku yang bertubi-tubi

Namun ada secercah cahaya menghampiriku
Menerangiku ditengah jurang nan kelam
Aku berdiri dengan tegap
Aku ikuti cahaya itu

Ada tangan yang menuntunku
Ada bisik suara yang menyejukkan hati
Ada ulasan senyum dibalk cahaya itu
Apakah itu engkau, Tuhan?

Aku belajar bangkit dari lubang hitam
Aku belajar berdiri tegap setelah jatuh
Aku belajar berlari ke depan, menatap cahaya
Aku belajar berjalan lurus, ditengah rayu sekeliling

Wahai Tuhan...
Aku percaya akan skenariomu
Aku percaya akan cahaya petunjukmu
Aku serahkan hidupku hanya di jalanmu