kata sambutan


counters

Monday, February 24, 2014

Hidup harus tetap berjalan

Berusaha melambung tinggi di atas awan tuk menggapai bintang
Tapi ku terhempas oleh angin
Berusaha menelaah isi samudera
Tapi ku terseret arus
Berusaha melangkahkan kaki sejauh mungkin
Tapi selalu terselungkup ke dalam jurang

Kadang terlintas di dalam pikiran
Omongan orang yang menjatuhkan
Kejadian-kejadian yang tak di harapkan
Omongan orang tua yang menyesakkan dada

Terkadang, hati kecilku meringis
Ingin sekali berteriak sekencang-kencangnya
Ingin rasanya berlari meninggalkan dunia ini

Tapi hidup harus tetap berjalan
Sepahit apapun skenario yang ku jalani
Seyakin itu pula Allah ingin memasukkanku ke dalam surga-Nya
Jika aku mampu melewatinya...

Tuesday, February 18, 2014

Sutradara terbaik

Tuhan sutradara terbaik
Dan kita, artis terbaik dan terpantas dimatanya
Kami, sosok makhluk hasil dari pertarungan jutaan sperma
Kami, sosok makhluk yang paling dibanggakan-Nya
Kami, sosok makhluk calon pemimpin dunia

Tapi kami......
Hanyalah manusia yang diciptakan memiliki hawa dan nafsu

Terkadang kami mengeluh atas skenario yang telah ditetapkan
Terkadang kami putus asa dengan alur yang kami tak harapkan
Terkadang kami bahkan lupa atas kebahagiaan yang engkau berikan
Terkadang kami hanya larut dengan masalah
Terkadang kami bosan dengan kehidupan yang datar
Terkadang kami mengacuhkan aturanmu

Tanpa menoleh berjuta kenikmatan yang Allah berikan
Tanpa mengingat bahwa Allah mengutus kami karna kami artis-Nya
Dan Allah percaya kami bisa menjalankan skenario-Nya

Wednesday, December 25, 2013

Pilih Dunia yang cuma sepermili-second or akhirat selama-lamanya?


Prof. Dr. Carl Sagan dari Universitas Cornell, dalam bukunya yang cukup populer, The Dragons of Eden (Random House, New York, 1977, dicetak ulang 2006), mengemukakan bahwa jika sekiranya usia alam semesta kita kompres menjadi satu tahun cosmic year, maka : Penciptaan alam semesta berlangsung tanggal 1 Januari, Galaksi Bimasakti baru terbentuk tanggal 1 Mei, Tatasurya kita muncul tanggal 9 September, Bumi kita yang kecil ini baru ada tanggal 14 September, Makhluk hidup pertama berupa mikroorganisme eksis tanggal 9 Oktober, Zaman dinosaurus berlangsung dari 24 sampai 28 Desember, Manusia baru tampil ke pentas sejarah pada tanggal 31 Desember pukul 23.00, dan Nabi Isa Al-Masih a.s. lahir empat detik yang lalu. Maka hidup kita yang diasumsikan 63 tahun ini apa? satu mili-second? atau satu nano-second? Bahkan dalam pengasumsian pun, kita selalu menemukan bahwa ternyata hidup kita ini pun begitu singkat. Selalu ada makna hidup yang tersirat dari sebuah sains. Beranilah menjalani kehidupan yang hanya sebentar, dan beranilah menyambut kematian yang akan menyahut secara tiba-tiba (Miftahudin, 2013).




Dari penataran diatas, aku tersadar. Aku pun mengakui bahwa waktu memang sangat cepat berlalu. Entahlah, tiba-tiba buku kuduk aku merinding. Aku sadar, dunia itu cuma selewatan doang. Akhirat lah yang kekal! So, kenapa kita terus mengejar dunia secara berlebihan dan menyepelekan masalah akhirat? Sering sekali sholat di nomorduakan, dan terus aja melakukan kegiatan dunia dengan beralasan *bentar dulu deh, ini lebih penting(. Harusnya sadar heeeey! -_- Benar-benar jadi renungan dan pukulan banget! Dan ini tercantum di dalam alquran looooh..... (ya karena para ilmuan juga nyontek dari alquran :p wehehe)

Monday, December 2, 2013

Sendiri di tengah kebisingan

Hanya ini yang bisa kulakukan
Disaat ku termenung sendiri, hanya jentikan tangnku lah yang dapat sedikit meringankan beban pikiranku
Dan hanya Tuhan lah yang mampu mendengar semua curahanku tanpa lelah
Curahan dari hambanya yang telah lelah dengan semuanya
Seakan ingin berteriak "Kapan semua ini berakhir?"
Seakan ingin menangis, tapi tak mampu
Ditengah keramaian orang, justru aku merasa sendiri
Hanya bayangannya lah yang mampu ku gapai
Entahlah, aku sudah muak dengan semuanya
Jika aku memiliki sebuah permintaan, maka aku akan meminta
Jangan pernah lahirkan aku di dunia ini, aku ingin bahagia di surga
Aku tak ingin mengenal manusia yang keji
Aku tak ingin mengenal dunia yang terkutuk ini
Aku tak ingin mengenal sosok ku yang egois ini
Aku tak ingin menjadi artismu, ya Allah...
Sadarkan aku, sadarkan aku!
Aku harus membuka mataku, aku harus belajar menerima walaupun sulit
Semua teori telah ku cerna, tapi entah mengingat teori lebih mudah dari praktiknya
Aku tak sanggup menjalani skenariomu, Tuhan...
Aku sudah muak dengan semua tipu daya muslihat dari dunia ini
Aku sudah muak dengan tingkah manusia yang semakin menjadi
Kapan kau akan mencabut tahta ku sebagai manusia?
Aku ingin cepat bertemu denganmu, ya Rabb...

Tuesday, October 22, 2013

Tuhan, ajarkan aku...

Tuhan...
Rasanya tak adil dunia ini
Tapi akupun tak kalah tak adilnya memperlakukanmu
Aku kembali kepadamu hanya ketika ku ingin mengadu
Tapi terkadang melupakanmu ketika aku sedang diurung kebahagiaan

Maafkan hambamu yang berlumur dosa ini
Maafkan aku yang selalu acuhkanmu
Maafkan aku yang selalu mementingkan duniaku
Maafkan aku yang tak henti meminta maaf kepadamu
Maafkan aku yang tak pernah mematuhi menurut perintahmu
Maafkan aku yang tak henti mengadu kepadamu
Maafkan aku yang selalu meminta dengan serakah kepadamu

Tapi....
Memang hanya engkau tempatku mengadu semuanya
Memang hanya engkau tempatku meminta
Memang hanya engkau tempatku mencurahkan airmata ini
Memang hanya engkau tempatku bersandar dari segala kepenatan ini
Kepenatan yang tak kunjung berhenti

Terkadang aku sering berpikir
Apakah aku pantas mengadu kepadamu?
Apakah aku pantas menjatuhkan butiran airmata ini?

Disaat ribuan orang diluar sana masih lebih berhak mengadu kepadamu
Disaat semua nikmat yang telh kau berikan kepadaku
Hanya secuil goresan di hati, secuil masalah yang tak penting
Aku menangis, mengeluh, dan mengadu

Tuhan...
Ajarkan aku sebuah ketegaran
Ajarkan aku sebuah keikhlasan
Ajarkan aku sebuah kesabaran
Ajarkan aku bagaimana menjalani hidup ini 
Ajarkan aku arti dunia ini

Agar aku lebih menikmati semua alur skenariomu
Agar aku dapat mengerti lebih dalam arti kehidupan ini
Agar aku dapat lebih mensyukuri semua garis yang telah engkau tetapkan

Sunday, October 13, 2013

Hujan kau ingatkan aku tentang satu rindu, dikala senja dan kamu...

Di kala itu, senja tiba. Hujan pun semakin semangat membasahi kota ini. Kota dimana aku menuntut ilmu dan mencari segudang pengalaman disana. Disaat itu, aku baru saja pulang kuliah di universitas ternama di kota Jatinangor. Hujan semakin gencar membasahi tubuhku. Akhirnya aku berhenti sejenak di sebuah warung tenda dekat kosanku berada. Pikirku, berharap ada malaikat turun dari surga membawakan payung untukku dan membawaku ke surga dan tak pernah kembali ke dunia yang kejam ini dan segera bertemu dengan Allah. Aku rindu sekali dengannya. Ah, hanya khayalku saja... Selalu saja aku memikirkan hal yang tidak-tidak seperti itu. Tapi tak lama kemudian, khayalanku ternyata tak sekedar khayal. Sosok malaikat itu datang. Sosok malaikat berwujud pangeran gagah perkasa berkacamata lewat di hadapanku dengan mmbawakan payung.

Ya allah.............................. Bangunkan aku dari tidurku ini!
Dia lewat di depanku. Lantas dia menawarkan payung itu untukku. Seakan seperti berada di suatu cerita dongeng atau novel-novel fiktif yang sering ku santap. Ah, senja, hujan, Jatingangor, dan dia. Itu selalu membekas dalam hidupku. Kita berada pada satu payung, dan bayangan kita berdua pun menjadi satu. Semakin dekat, membuatku semakin nyaman ada di dekat dia. Entahlah, hanya dengan dia aku bisa merasa senyaman ini. Setelah sampai di pertigaan kosan dia, dia memberikan payung itu untukku. Dia rela diterpa hujan demi melindungiku engan memberikan payungnya untukku, dan dia menerobos hujan yang tak tega membasahi sekujur tubuhnya itu. Oh god.... Is he an angel? It's the most wonderful moment that I have ever! :') *agak lebay dikit*

Auranya yang menenangkan, peringainya yang mampu membuatku terkesima, dan dia adalah seseorang yang sangat berbeda dengan orang-orang yang aku kenal sebelumnya. Itulah point-point yang membuatku begitu dalam mengaguminya, dan akhirnya 'mungkin' timbul lagi benih cinta di hatiku yang masih dalam masa pemulihan ini. Dia tak hanya baik kepada orang yang dia sukai, tetapi dengan semua orang yang ada di sekitarnya. Karena itulah, sulit membaca isi hati dia.

Hujan....... Senja........ Dan kamu!

Sunday, August 18, 2013

Dijajah Oleh Zaman

Teringat disaat 68 tahun yang lalu
Dimana para pahlawan tak gentar melawan penjajah
Demi memperjuangkan kemerdekaan Indonesia
Demi melihat bangsa Indonesia menghirup udara kebebasan
Tanpa adanya siksaan dan ancaman
Tanpa adanya tumpah darah
Mereka rela menumpahkan darahnya
Mereka rela mengorbankan nyawanya
Mereka rela tubuhnya tercabik-cabik
Demi satu nama
Indonesia...

Hingga akhirnya Indonesia merdeka
Tapi hanya sebutan saja yang merdeka
Sekarang tak lagi dijajah secara fisik
Tapi dijajah secara mental
Perlahan aset Indonesia diambil alih
Beredar perusahaan-perusahaan asing yang tak bertanggung jawab
Budaya direnggut oleh zaman
Kini penjajah bukanlah menjajah secara fisik
Tapi secara mental
Bahkan kekayaan alam pun telah dikuasai

Apakah kita tak pernah berpikir?
Betapa kayanya alam negri ini
Betapa indahnya budaya yang kita miliki
Tapi kita tak bisa memanfaatkannya
Tapi kita tak bisa mencintai budaya kita sendiri
Bahkan membiarkan begitu saja negri lain merenggutnya
Dan membanggakan budaya yang telah dimiliki negri lain
Tidakkah kita berpikir tentang perjuangan para pahlawan
Yang rela mengorbankan nyawanya demi kemerdekaan
Justru kita mengorbankan diri untuk dijajah zaman